
Duduk Sampeyan – Dalam rangka memaknai hari Ibu, DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Duduk Sampeyan menyelenggarakan Penyuluhan dan Pengobatan Gratis. Acara yang digelar pada tanggal 23 Desember 2006 ini hanyalah salah satu dari 661 acara serupa di seluruh Indonesia.
Acara ini dimaksukan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003 menyebutkan, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih berada pada kisaran 307 per 100.000 kelahiran hidup. Atau setiap jam terdapat 2 orang ibu bersalin meninggal dunia. Demikian pula dengan angka kematian bayi (AKB), khususnya angka kematian bayi baru lahir “neonatal” masih berada pada angka 20 per 1.000 kelahiran hidup atau setiap 5 menit satu bayi baru lahir mati. Selain itu, prevalensi atau angka kejadian anemia di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1992 menunjukkan 63,5% ibu hamil menderita anemia (kekurangan darah). Pada SKRT 1995 prevalensi anemia pada ibu hamil menjadi 50,9%, namun dengan adanya krisis ekonomi yang sedang berlangsung prevalensi anemia menjadi meningkat.
Selain Penyuluhan dan Pengobatan gratis, pada acara ini juga dibagikan bubur kacang ijo, tablet zat besi, dan door prize. Ratusan ibu-ibu yang menjadi peserta dalam acara ini tampak antusias dan gembira dengan kepedulian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada mereka. [AN]
Acara ini dimaksukan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003 menyebutkan, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih berada pada kisaran 307 per 100.000 kelahiran hidup. Atau setiap jam terdapat 2 orang ibu bersalin meninggal dunia. Demikian pula dengan angka kematian bayi (AKB), khususnya angka kematian bayi baru lahir “neonatal” masih berada pada angka 20 per 1.000 kelahiran hidup atau setiap 5 menit satu bayi baru lahir mati. Selain itu, prevalensi atau angka kejadian anemia di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1992 menunjukkan 63,5% ibu hamil menderita anemia (kekurangan darah). Pada SKRT 1995 prevalensi anemia pada ibu hamil menjadi 50,9%, namun dengan adanya krisis ekonomi yang sedang berlangsung prevalensi anemia menjadi meningkat.
Selain Penyuluhan dan Pengobatan gratis, pada acara ini juga dibagikan bubur kacang ijo, tablet zat besi, dan door prize. Ratusan ibu-ibu yang menjadi peserta dalam acara ini tampak antusias dan gembira dengan kepedulian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada mereka. [AN]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar